Serangan bom atom yang dilakukan oleh Amerika ke dua kota di Jepang yaitu Nagasaki dan Hirosima pada tanggal 6 dan 9 Agustus 1945 telah mengakhiri Perang Dunia II di wilayah Asia Pasifik. Pemboman ini telah membunuh hampir 200.000 orang. Jumlah itu belum termasuk orang-orang yang sakit dan meninggal karena efek radiasi bertahun-tahun setel;ah peristiwa ini. Selain itu terjadi dampak yang luar biasa terhadap lingkungan akibat radiasi yang timbul akibat ledakan tersebut
Walaupun sebelumnya telah diprediksim (dan akhirnya benara-benar terjadi) bahwa peristiwa ini menimbulkan akibat yang sangat luar biasa buruk bagi manusia dan lingkungan, namun pada saat rencana pemboman dicetuskan hampir tidak ada argumen atau diskusi mengenai perlu atau tidaknya pemboman tersebut dilakukan. Bahkan banyak pihak yang cenderung mendukung pemboman ini dilakukan dengan alasan demi menyelamatkan nyawa rakyat Amerika tanpa ada sebuah argumen mengenai dampak yang akan terjadi.
Inilah yang akan dibahas dalam tulisan ini, yaitu bagaimana bisa penggunaan bom yang begitu mengerikan tidak menimbulkan serbuah perdebatan yang serius dalam pemerintah Amerika? Apakah cukup alasan untuk melindungi warga negara Amerika telah dapat meredam semua argumen mengenai akibat dari pengeboman tersebut?
Tingkat Analisa
Untuk menjawab pertanyaan di atas penulis menggunakan dua tingkat analisa, yaitu tingkat analisa individual dan tingkat analisa negara. Tingkat analisa individu ini, penulis mengambil figur Harry Truman, yang tidak lain adalah presiden Amerika pada saat itu.
Harry Truman menjadi presiden pada tahun 1945 setelah presiden sebelumnya, yaitu Franklin Roosevelt, meninggal dunia. Sebelumnya Truman adalah wakil dari presiden Roosevelt.
Truman merupakan presiden yang memerintahkan untuk menjatuhkan bom atom di Hiroshima dan Nagasaki, walaupun itu bukanlah murni keputusannya melainkan warisan kebijakan dari presiden sebelumnya. Franklin Rosevelt membangun sebuah penelitian untuk membangun sebuah bom atom yang dinamakan Manhattan Project. Manhattan Project inilah yang kelak menghasilkan bom atom yang diledakkan di Jepang.
Pada saat itu Truman merupakan sosok presiden yang tidak berpengalaman dan tidak berpengetahuan tentang masalah luar negeri, bahkan ia tidak tahu mengenai Manhattan Project sehingga ia tidak berada adalam posisi yang bisa menentang penggunaan bom dalam perang. Hampir semua orang-orang disekitarnya mendukung penggunaan bom atom untuk mendesak Jepang menyerah.
Jadi bisa dikatakan Truman terperangkap dalam lingkungan yang hampir seluruhnya menyatakan setuju menggunakan bom atom untuk menyerang Jepang agar tidak jatuh lebih banyak korban sipil dan militer dari pihak Amerika dan sekutunya. Sehingga Truman, walupun mempunyai kekuatan politik yang besar, ia tidak dapat menolak desakan untuk menjatuhkan bom atom di Jepang.
Dalam tingkat analisa negara, penulis dapat melihat bahwa Amerika merupakan bangsa yang sangat agresif demi untuk mendapatkan kepentingannya, yaitu untuk menyelesaikan Perang Dunia II dan memperkecil jatuhnya korban dari Amerika.
Pandangan Konstruktivisme
Keputusan Truman dan dukungan dari semua pihak dalam pemerintahan ini tidak dapat dijelaskan dengan teori HI, seperi realisme misalnya. Memang Amerika mempunyai kepentingan untuk menjatuhkan bom atom di Jepang agar Jepang menyerah sehingga Perang Dunia dapat berakhir, namun ini merupakan sebuah identitas dari Amerika pada umumnya dan Truman sebagai pemimpin Amerika pada khususnya.
Seperti yang dikatakan oleh Alexander Wendt bahwa konflik atau kerjasama tidak tergantung pada kepentingan namun tergantung pada sesuatu yang menentukan kepentingan tersebut, sesuatu yang dikonstruksikan sehingga menentukan kepentingan itu. Sesuatu itulah yang dinamakan identitas. [Leni Winarni, 2008]
Identitas Amerika terkenal sebagai negara yang agresif dan cenderung brutal. Sedangkan Truman, walaupun ia berasal dari partai demokrat yang sebenarnya sangat liberal, namun dalam keadaan tersebut dan pengaruh dari lingkungan sekitar telah merubah identitasnya menjadi lebih agresif juga.
Identitas agresif inilah yang menyebapkan Amerika dapat dngan mudah, karena hampir tidak ada pertentangan, menjatuhkan bom atom di Hiroshima dan Nagasaki yang menyebapkan ratusan ribu orang meninggal dan mengakibatkan kerusakan yang luar biasa akibat radiasi.
Pemboman atom yang dilakukan Amerika terhadap dua kota di Jepang banyak menimbulkan pertanyaan. Salah satunya adalah mengapa pada saat itu hampir tidak ada pertentangan yang muncul mengenai perlu tidaknya dilakukan pemboman tersebut.
Hal ini dapat dijelaskan dengan memperhatikan dua hal, yaitu individu pemimpin negara Amerika, yaitu Presiden Harry Truman dan Negara Amerika itu sendiri. Dapat dilihat bahwa baik Truman maupun Amerika itu sendiri mempunya identitas yang sama, yaitu sama-sama agresif.
Inilah yang menyebapkan Truman dan Amerika dapat memutuskan untuk menjatuhkan bom atom di Hioroshima dan Nagasaki.
Rendy GC (HI-UB)
Malang